Assalamualaikum,
Kapankah ruh ditiupkan ke dalam tubuh manusia? Kapan manusia bisa disebut sebagai nafs? Keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Bahwa seseorang bisa disebut sebagai nafs adalah di saat- saat awal penciptaannya, di dalam rahim. Yakni, sesaat setelah meleburnya sel telur dan sel sperma membentuk stem cell.
Saat itu, sel sudah hidup dan bisa melakukan aktivitas membelah diri,
mirip dengan proses perkembangbiakan pada makhluk-makhluk bersel satu di
alam bebas.
Hanya saja, di dalam rahim pembelahan sel
induk itu mengarah kepada pembentukan makhluk bersel banyak yang sangat
kompleks. Dan melewati 3 tahapan: ‘fase tumbuhan’, ‘fase hewan’, dan
‘fase manusia’. Oleh sebab itu, setelah mengalami pembelahan menjadi 16
sel di sepanjang saluran tuba falopii, gerombolan sel yang disebut morula itu lantas menempel dan melekat pada dinding rahim, menjadi semacam tumbuhan parasit di sana.
Di
fase ini, cikal bakal manusia itu bertingkah laku seperti tanaman.
Sambil membelah diri terus menerus, ia membentuk ‘akar’ dengan cara
merusak dinding rahim dan menyerap sari-sari makanan lewat
pembuluh-pembuluh darah kapiler yang mulai bermunculan di sekitar
plasenta alias ari-ari. Proses bertumbuh ini terjadi sekitar 13 hari
setelah pembuahan, dimana gumpalan sel tersebut semakin membesar dan
digenangi oleh sel-sel darah tanpa inti yang disebut sebagai hematopoietic. Di dalam Al Qur’an, gumpalan merah itu diistilahkan sebagai alaqah – semacam ‘gumpalan darah’ yang melekat di dinding rahim.
Fase
tumbuhan ini terus berlangsung sampai selama sekitar 3 minggu dari masa
pembuahan, dimana bentuk gumpalan sel mulai melonjong seperti buah pir.
Bagian atas membesar untuk mengarah kepada pembentukan kepala,
sedangkan bagian bawah mengecil mengarah kepada pembentukan ekor. Dalam
waktu yang bersamaan, sang embrio mulai membentuk jaringan pembuluh
darah. Dan kemudian membentuk cikal bakal jantung, beserta
pembuluh-pembuluh darah sekundernya.
Melewati minggu
ketiga, sel-sel embrio bertumbuh semakin cepat, dan membentuk sistem
saraf di sepanjang tubuhnya yang semakin memanjang ke atas-bawah.
Jantung mulai berdenyut, dan melakukan sinkronisasi dengan denyut
jantung ibunya lewat saluran tali pusar. Di sekitar minggu keempat
sistem saraf pusat mulai terbentuk, diiringi cikal bakal tulang belakang
yang mulai kelihatan transparan. Dan dilanjutkan dengan terbentuknya
berbagai organ vital seperti otak, liver, pencernaan, pankreas,
paru-paru, sambil menyiapkan pembentukan alat penginderaan mata dan
telinga. Di fase ini, embrio memasuki fase hewan, dengan bentuk ekor
yang sangat jelas kelihatan.
Sampai di minggu kelima
dan keenam, embrio mengalami proses penyempurnaan menjadi makhluk yang
semakin kompleks. Otak menyempurna dengan membentuk bagian-bagian otak
depan, otak belakang, belahan kanan dan kiri, serta terus membentuk
jaringan dengan sistem saraf tulang belakang. Demikian pula jantung
sudah memiliki bilik kanan-kiri, serambi kanan-kiri. Paru-paru juga
sudah memiliki kelengkapan saluran trakea, dan keterkaitan dengan
pembuluh darah ke jantung. Dan seterusnya, organ-organ dalam lainnya
mengalami perkembangan yang semakin sempurna.
Minggu-minggu
berikutnya, gelombang otak mulai terdeteksi. Organ-organ vital mulai
melakukan koordinasi dengan dikontrol oleh otak. Dan puncaknya adalah
terbentuknya kelenjar pituitary yang mengendalikan berbagai aktivitas
organ tubuh janin melalui sistem hormonal, diantaranya dengan kelenjar
tiroid, adrenal dan gonad. Perkembangan embrio mulai memasuki fase yang
semakin rumit, mengarah kepada terbentuknya makhluk manusia yang sangat
kompleks.
Secara fisiologis, bentuk embrio sudah mulai
bisa dibedakan antara hewan dan manusia. Ekornya memendek dan
berangsur-angsur menghilang berganti dengan kaki-tangan yang semakin
jelas. Panca indera, jenis kelamin, dan bentuk kepala yang semakin
proporsional dengan anggota badan lainnya terjadi di sekitar minggu
kedelapan. Setelah itu, embrio akan memasuki fase terakhir sebagai
makhluk manusia. Ukuranya masih sekitar 2,5 cm tetapi sudah memiliki
kelengkapan yang utuh, hanya tinggal membesarkan dan menyempurnakan
fungsinya hingga datangnya hari kelahiran.
Demikianlah
garis besar dari proses penciptaan manusia di dalam rahim. Dimana
sebelum menjadi manusia yang sempurna, ia harus ‘ber-EVOLUSI’ melewati
fase makhluk bersel satu, lantas membelah menjadi makhluk bersel banyak
di fase tumbuhan, fase hewan dan fase manusia. Yang semua itu, clue-nya kita dapati di dalam Al Qur’an Al Karim.
QS. As Sajdah (32): 7-8
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖوَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ (7)
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (8)
(Dialah) Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya, dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
QS. Nuh (71): 17
وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan pertumbuhan yang sebaik-baiknya.
QS. As Sajdah (32): 9
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Kemudian Dia menyempurnakan DAN meniupkan ke dalamnya (sebagian) ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
Pertanyaan yang kemudian bermunculan adalah, kapan ruh itu ditiupkan. Apakah seiring dengan terbentuknya nafs
seperti yang kita bahas di notes sebelumnya, ataukah di minggu ke
delapan, ataukah di 120 hari seperti yang diceritakan dalam hadits
berikut ini.
Abu Abdurrahman bin Mas'ud ra berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: ‘’Sesungguhnya, setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah, kemudian menjadi 'alaqah selama itu juga, kemudian menjadi mudhghah selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya...’’ (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Agus Musthofa termasuk yang mengkritisi hadits ini dari sisi matan (isi), karena tidak sesuai dengan data-data ilmiah. Bahwa, nuthfah bisa bertahan selama 40 hari, alaqah 40 hari dan mudghah
40 hari. Sehingga, setelah 120 hari barulah ditiupkan ruh kepada
manusia. Apalagi, menurut hadits di atas ruh bukan ditiupkan oleh Allah,
melainkan oleh malaikat. Ini bertentangan dengan informasi Al Qur'an.
Sebagaimana yang tunjukkan di atas, nuthfah di dalam rahim hanya bisa bertahan beberapa jam, sedangkan‘alaqah dan mudghah
hanya beberapa hari. Dimana, janin berusia 60 hari pun sudah lengkap
berbentuk manusia, meskipun ukurannya masih sekitar 2,5 cm. Ia sudah
bisa bergerak-gerak secara spontan. Lebih detilnya silakan baca buku
DTM-16: BERSYADAHAT DI DALAM RAHIM.
Lantas, apakah
tidak di minggu ke delapan? Sebagai catatan: sebenarnya saya kurang tahu
alasan apa yang dipakai oleh kawan-kawan yang berpendapat ruh baru
ditiupkan di minggu ke delapan. Apakah berdasar hadits ataukah Al
Qur’an, ataukah data empiris kedokteran. Tetapi, secara empiris, janin
berusia 7 minggu sudah memancarkan gelombang otak yang bisa dideteksi
dengan peralatan dari luar rahim.
Sehingga makna yang semestinya
adalah: peniupan ruh itu bukan SETELAH tubuh janin berbentuk manusia
sempurna, melainkan bersamaan atau SEIRING dengan proses penyempurnaan.
Yakni, sejak pembuahan yang menghasilkan stem cell sampai
saat-saat kelahirannya. Karena, yang disebut sebagai ‘sempurna’ itu
memang tidak jelas batasnya. Yang jelas, dari hari ke hari sang jabang
bayi menjadi semakin sempurna selama di dalam rahim ibunya.
Wallahu a’lam bissawab
Wassalamualaikum,
bersyukurnya bisa menjadi salah satu ciptaan Tuhan..
BalasHapusLanjutkan kak :)
Woh, Ajarannya mengajarkan kita bahwa sains dan islam tidak bertentangan.
BalasHapusproses yang menakjubkan.
BalasHapus